Kunjungan Wali Kota Tarakan , Pak H. Udin Hianggio

Lorem ipsum ini adalah sampel konten slider 1 bisa di edit di bagian template Lorem ipsum ini adalah sampel konten slider 1 bisa di edit di bagian template Lorem ipsum ini adalah sampel konten slider 1 bisa di edit di bagian template, Lorem ipsum ini adalah sampel konten slider 1 bisa di edit di bagian template.

Kunjungan wakil wali kota Tarakan

Lorem ipsum ini adalah sampel konten slider 2 bisa di edit di bagian template Lorem ipsum ini adalah sampel konten slider 1 bisa di edit di bagian template Lorem ipsum ini adalah sampel.

Pencabutan simbolis Singkong gajah oleh kepala dinas

Lorem ipsum ini adalah sampel konten slider 3 bisa di edit di bagian template Lorem ipsum ini adalah sampel konten slider 1 bisa di edit di bagian template Lorem ipsum ini adalah sampel.

This is default featured slide 4 title

Lorem ipsum ini adalah sampel konten slider 3 bisa di edit di bagian template Lorem ipsum ini adalah sampel konten slider 1 bisa di edit di bagian template Lorem ipsum ini adalah sampel.

Konsep Pertanian Terpadu

Konsep MIX Farming Borneo Environmental Community

Hasil Riset Pengembangan BEC Singkong Gajah Di Separi Teluk Dalam

Pengambilan Sampel Singkong Gajah Berat 8 - 20 kg Pada umur 5 - 8 Bulan Hasil Uji Coba BEC di Desa Bukit Pariaman Kec. Separi Teluk Dalam Kab. KUKAR Tanggal 13 Maret 2009





Pengembangan Singkong
Gajah Di Kota Balikpapan Dengan Berat Umbi antara 10-30 Kg/Per-batang, dengan Umur Panen 8-9 Bulan

Hasil Riset Singkong Gajah

-->

Singkong Gajah Berat 25 kg Umur Panen 9 Bulan Hasil Uji Coba di Kec. Samboja ditanam Tanggal 8 Oktober 2007 dicabut Pada Tanggal 9 Juli 2008

MENGURANGI NASI LEBIH BANYAK MANFAAT KESEHATANNYA (ONE DAY NO RICE )

Nasi termasuk sumber karbohidrat yang paling enak dibanding ubi atau singkong. Makanya tidak heran jika orang Indonesia sangat tergantung dengan nasi. Tapi sebenarnya mengurangi makan nasi lebih banyak manfaatnya.
Jika rencana pemerintah membuat program 'Sehari Tanpa Nasi' atau 'One Day No Rice' menuai pro kontra, praktisi kesehatan justru melihat banyak manfaatnya buat kesehatan rakyat.
Tapi memang diakui tidak mudah mengubah pola pikir orang Indonesia yang sudah ratusan tahun sangat tergantung pada makan nasi. Sampai-sampai ada istilah 'belum makan bila tak makan nasi'.
"Saya sangat mendukung bila ada kebijakan seperti itu. Yang kita butuhkan sebenarnya kan bukan nasi tapi karbohidrat. Nah, karbohidrat yang bagus justru ada di singkong & ubi. Karbohidrat dari sini malah manfaatnya lebih besar daripada nasi," terang Dr Phaidon L Toruan, MM, dokter gizi dan pakar hidup sehat dari Jakarta Anti-aging & Executive Fitness Consultant.
Apa keuntungannya mengurangi makan nasi?
Dr Phaidon menjelaskan salah satu manfaat mengganti kebiasaan makan nasi adalah menghindarkan dari penyakit
diabetes tipe 2 (diabetes karena gaya hidup).
Asal tahu saja nasi memiliki kadar gula yang tinggi yang meningkatkan level glukosa dalam darah sehingga bisa memicu risiko terkena diabetes. Dan bagi penderita diabetes harus mengatur kadar gulanya, salah satunya dengan mengurangi makan nasi agar penyakitnya tak kumat.
Nasi putih termasuk karbohidrat sederhana yang mengandung kadar gula tinggi, ketika dicerna akan langsung menjadi energi dengan cepat dan meningkatkan kadar gula darah. Tapi karbohidrat sederhana tidak bisa menyimpan cadangan glikogen.
Sebaliknya jenis karbohidrat seperti ubi & singkong merupakan karbohidrat kompleks yang kadar gulanya rendah dan menahan kenyang lebih lama hingga 6 jam.
Karbohidrat kompleks ini bisa disimpan di liver dan otot sebagai glikogen (zat sebelum menjadi glukosa). Jika tubuh kekurangan energi, cadangan glikogen inilah yang akan dipecah menjadi glukosa sebagai sumber energi.
Karbohidrat kompleks mengandung lebih sedikit gula tapi lebih tinggi serat, sehingga justru memberi lebih banyak manfaat, baik bagi wanita, pria maupun anak-anak.
Menurut Dr Phaidon, manfaat karbohidrat kompleks rendah gula lebih bagus ketimbang nasi yaitu antara lain:

Bagi wanita

1. Membuat kulit halus, cantik dan bercahaya
2. Bebas toksin
3. Awet muda
4. Menghilangkan kerutan di wajah

Bagi pria

1. Meningkatkan gairah dan libido
2. Meningkatkan tenaga, stamina dan keperkasaan pria
3. Lebih bugar dan lebih bersemangat

Anak-anak

1. Meningkatkan kecerdasan
2. Meningkatkan kekuatan
3. Tidak mudah lelah dan sakit

"Kalau pemerintah mengimbau seperti itu, berarti pemerintah mau orang Indonesia jadi cantik, kulitnya halus, kuat dan pintar-pintar," tambah Dr Phaidon, yang juga pengarang buku 'Fat Loss Not Weight Loss'.
Dr Phaidon juga mengungkapkan bahwa orang Indonesia harus belajar mengubah anggapan 'belum makan bila tak makan nasi'.
"Kebanyakan orang Indonesia lebih suka berada di comfort zone, lebih suka makanan enak ketimbang makanan sehat dan berkualitas. Jadi untuk bisa mengubah anggapan itu, harus ada keinginan terlebih dahulu," jelas Dr Phaidon.
Untuk bisa mengubah anggapan tersebut, Dr Phaidon menegaskan harus ada keinginan. Adanya keinginan juga harus didukung dengan keyakinan, dengan demikian otak akan bereaksi dan mencari cara untuk dapat melakukan perubahan.
"Proses perubahan itu memang tidak nyaman, butuh sekitar 25-30 hari untuk penyesuaian. Penyesuaian yang dimaksudkan bukan tentang respons tubuh, tapi lebih pada selera. Kalau tubuh justru akan bereaksi dengan sangat baik ketika nasi diganti dengan karbohidrat lain yang kualitasnya lebih tinggi," jelas Dr Phaidon lebih lanjut.
Jadi silakan pilih tetap makan nasi karena enak tapi kurang banyak manfaatnya atau mulai pelan-pelan beralih ke ubi, & singkong yang memang kurang enak tapi lebih banyak manfaat kesehatannya.
Nasi termasuk sumber karbohidrat yang paling enak dibanding ubi atau singkong. Makanya tidak heran jika orang Indonesia sangat tergantung dengan nasi. Tapi sebenarnya mengurangi makan nasi lebih banyak manfaatnya.
Jika rencana pemerintah membuat program 'Sehari Tanpa Nasi' atau 'One Day No Rice' menuai pro kontra, praktisi kesehatan justru melihat banyak manfaatnya buat kesehatan rakyat.
Tapi memang diakui tidak mudah mengubah pola pikir orang Indonesia yang sudah ratusan tahun sangat tergantung pada makan nasi. Sampai-sampai ada istilah 'belum makan bila tak makan nasi'.
"Saya sangat mendukung bila ada kebijakan seperti itu. Yang kita butuhkan sebenarnya kan bukan nasi tapi karbohidrat. Nah, karbohidrat yang bagus justru ada di singkong & ubi. Karbohidrat dari sini malah manfaatnya lebih besar daripada nasi," terang Dr Phaidon L Toruan, MM, dokter gizi dan pakar hidup sehat dari Jakarta Anti-aging & Executive Fitness Consultant.
Apa keuntungannya mengurangi makan nasi?
Dr Phaidon menjelaskan salah satu manfaat mengganti kebiasaan makan nasi adalah menghindarkan dari penyakit
diabetes tipe 2 (diabetes karena gaya hidup).
Asal tahu saja nasi memiliki kadar gula yang tinggi yang meningkatkan level glukosa dalam darah sehingga bisa memicu risiko terkena diabetes. Dan bagi penderita diabetes harus mengatur kadar gulanya, salah satunya dengan mengurangi makan nasi agar penyakitnya tak kumat.
Nasi putih termasuk karbohidrat sederhana yang mengandung kadar gula tinggi, ketika dicerna akan langsung menjadi energi dengan cepat dan meningkatkan kadar gula darah. Tapi karbohidrat sederhana tidak bisa menyimpan cadangan glikogen.
Sebaliknya jenis karbohidrat seperti ubi & singkong merupakan karbohidrat kompleks yang kadar gulanya rendah dan menahan kenyang lebih lama hingga 6 jam.
Karbohidrat kompleks ini bisa disimpan di liver dan otot sebagai glikogen (zat sebelum menjadi glukosa). Jika tubuh kekurangan energi, cadangan glikogen inilah yang akan dipecah menjadi glukosa sebagai sumber energi.
Karbohidrat kompleks mengandung lebih sedikit gula tapi lebih tinggi serat, sehingga justru memberi lebih banyak manfaat, baik bagi wanita, pria maupun anak-anak.
Menurut Dr Phaidon, manfaat karbohidrat kompleks rendah gula lebih bagus ketimbang nasi yaitu antara lain:
Bagi wanita
1. Membuat kulit halus, cantik dan bercahaya
2. Bebas toksin
3. Awet muda
4. Menghilangkan kerutan di wajah
Bagi pria
1. Meningkatkan gairah dan libido
2. Meningkatkan tenaga, stamina dan keperkasaan pria
3. Lebih bugar dan lebih bersemangat
Anak-anak
1. Meningkatkan kecerdasan
2. Meningkatkan kekuatan
3. Tidak mudah lelah dan sakit
"Kalau pemerintah mengimbau seperti itu, berarti pemerintah mau orang Indonesia jadi cantik, kulitnya halus, kuat dan pintar-pintar," tambah Dr Phaidon, yang juga pengarang buku 'Fat Loss Not Weight Loss'.
Dr Phaidon juga mengungkapkan bahwa orang Indonesia harus belajar mengubah anggapan 'belum makan bila tak makan nasi'.
"Kebanyakan orang Indonesia lebih suka berada di comfort zone, lebih suka makanan enak ketimbang makanan sehat dan berkualitas. Jadi untuk bisa mengubah anggapan itu, harus ada keinginan terlebih dahulu," jelas Dr Phaidon.
Untuk bisa mengubah anggapan tersebut, Dr Phaidon menegaskan harus ada keinginan. Adanya keinginan juga harus didukung dengan keyakinan, dengan demikian otak akan bereaksi dan mencari cara untuk dapat melakukan perubahan.
"Proses perubahan itu memang tidak nyaman, butuh sekitar 25-30 hari untuk penyesuaian. Penyesuaian yang dimaksudkan bukan tentang respons tubuh, tapi lebih pada selera. Kalau tubuh justru akan bereaksi dengan sangat baik ketika nasi diganti dengan karbohidrat lain yang kualitasnya lebih tinggi," jelas Dr Phaidon lebih lanjut.
Jadi silakan pilih tetap makan nasi karena enak tapi kurang banyak manfaatnya atau mulai pelan-pelan beralih ke ubi, & singkong yang memang kurang enak tapi lebih banyak manfaat kesehatannya.

Penghargaan Singkong Gajah

wijaya Memperoleh piala  Terbaik II pemuda Pelopor Bidang Kewirausahaan Berbasis 
Singkong Gajah


wijaya Bersama Bapak Gubernur Kaltim dalam acara 
Penyerahan Piagam Penghargaan Terbaik II


wijaya Memperoleh Piagam Penghargaan dari Kementrian Pertanian dalam Pameran Expo Di Surabaya


Juara I Pemuda Pelopor Wakil Kaltim 2010 Berbasis singkong Gajah & Juara I Pemuda Pelopor Wakil Kaltim 2010 Berbasis singkong Gajah


Piagam Penghargaan Gubernur Kalimantan Timur


Piagam penghargaan Menteri Pemuda Dan Olahraga 
Republik Indonesia






Hasil Prestasi Bersama Singkong Gajah


Juara 1 Karya Anak Bangsa Berbasis Singkong Gajah


wijaya Memperoleh piala  Terbaik II pemuda Pelopor Bidang Kewirausahaan Berbasis Singkong Gajah