MENGURANGI NASI LEBIH BANYAK MANFAAT KESEHATANNYA (ONE DAY NO RICE )

Nasi termasuk sumber karbohidrat yang paling enak dibanding ubi atau singkong. Makanya tidak heran jika orang Indonesia sangat tergantung dengan nasi. Tapi sebenarnya mengurangi makan nasi lebih banyak manfaatnya.

Jika rencana pemerintah membuat program 'Sehari Tanpa Nasi' atau 'One Day No Rice' menuai pro kontra, praktisi kesehatan justru melihat banyak manfaatnya buat kesehatan rakyat.

Tapi memang diakui tidak mudah mengubah pola pikir orang Indonesia yang sudah ratusan tahun sangat tergantung pada makan nasi. Sampai-sampai ada istilah 'belum makan bila tak makan nasi'.

"Saya sangat mendukung bila ada kebijakan seperti itu. Yang kita butuhkan sebenarnya kan bukan nasi tapi karbohidrat. Nah, karbohidrat yang bagus justru ada di singkong & ubi. Karbohidrat dari sini malah manfaatnya lebih besar daripada nasi," terang Dr Phaidon L Toruan, MM, dokter gizi dan pakar hidup sehat dari Jakarta Anti-aging & Executive Fitness Consultant.

Apa keuntungannya mengurangi makan nasi?

Dr Phaidon menjelaskan salah satu manfaat mengganti kebiasaan makan nasi adalah menghindarkan dari penyakit

diabetes tipe 2 (diabetes karena gaya hidup).

Asal tahu saja nasi memiliki kadar gula yang tinggi yang meningkatkan level glukosa dalam darah sehingga bisa memicu risiko terkena diabetes. Dan bagi penderita diabetes harus mengatur kadar gulanya, salah satunya dengan mengurangi makan nasi agar penyakitnya tak kumat.

Nasi putih termasuk karbohidrat sederhana yang mengandung kadar gula tinggi, ketika dicerna akan langsung menjadi energi dengan cepat dan meningkatkan kadar gula darah. Tapi karbohidrat sederhana tidak bisa menyimpan cadangan glikogen.

Sebaliknya jenis karbohidrat seperti ubi & singkong merupakan karbohidrat kompleks yang kadar gulanya rendah dan menahan kenyang lebih lama hingga 6 jam.

Karbohidrat kompleks ini bisa disimpan di liver dan otot sebagai glikogen (zat sebelum menjadi glukosa). Jika tubuh kekurangan energi, cadangan glikogen inilah yang akan dipecah menjadi glukosa sebagai sumber energi.

Karbohidrat kompleks mengandung lebih sedikit gula tapi lebih tinggi serat, sehingga justru memberi lebih banyak manfaat, baik bagi wanita, pria maupun anak-anak.

Menurut Dr Phaidon, manfaat karbohidrat kompleks rendah gula lebih bagus ketimbang nasi yaitu antara lain:

Bagi wanita

1. Membuat kulit halus, cantik dan bercahaya

2. Bebas toksin

3. Awet muda

4. Menghilangkan kerutan di wajah

Bagi pria

1. Meningkatkan gairah dan libido

2. Meningkatkan tenaga, stamina dan keperkasaan pria

3. Lebih bugar dan lebih bersemangat

Anak-anak

1. Meningkatkan kecerdasan

2. Meningkatkan kekuatan

3. Tidak mudah lelah dan sakit

"Kalau pemerintah mengimbau seperti itu, berarti pemerintah mau orang Indonesia jadi cantik, kulitnya halus, kuat dan pintar-pintar," tambah Dr Phaidon, yang juga pengarang buku 'Fat Loss Not Weight Loss'.

Dr Phaidon juga mengungkapkan bahwa orang Indonesia harus belajar mengubah anggapan 'belum makan bila tak makan nasi'.

"Kebanyakan orang Indonesia lebih suka berada di comfort zone, lebih suka makanan enak ketimbang makanan sehat dan berkualitas. Jadi untuk bisa mengubah anggapan itu, harus ada keinginan terlebih dahulu," jelas Dr Phaidon.

Untuk bisa mengubah anggapan tersebut, Dr Phaidon menegaskan harus ada keinginan. Adanya keinginan juga harus didukung dengan keyakinan, dengan demikian otak akan bereaksi dan mencari cara untuk dapat melakukan perubahan.

"Proses perubahan itu memang tidak nyaman, butuh sekitar 25-30 hari untuk penyesuaian. Penyesuaian yang dimaksudkan bukan tentang respons tubuh, tapi lebih pada selera. Kalau tubuh justru akan bereaksi dengan sangat baik ketika nasi diganti dengan karbohidrat lain yang kualitasnya lebih tinggi," jelas Dr Phaidon lebih lanjut.

Jadi silakan pilih tetap makan nasi karena enak tapi kurang banyak manfaatnya atau mulai pelan-pelan beralih ke ubi, & singkong yang memang kurang enak tapi lebih banyak manfaat kesehatannya.

Selasa, 12 Januari 2010

DUKUNGAN GUBERNUR KALTIM UNTUK PENGEMBANGAN SINGKONG GAJAH KEDEPAN

Pertemuan Konsultatif Antara Pengurus BEC (Borneo Environmental Community) Pusat Bersama Bapak Gubernur Kalimantan Timur dengan Pembahasan Pokok Potensi dan Peranan Singkong Gajah Sehubungan dengan Program Pemerintah tentang Ketahanan Pangan dan Energi yang Berkonsepkan Pelestarian Lingkungan.

Pertemuan Dilakukan Di Ruang Kerja Bapak Gubernur

Pada Hari Rabu Tanggal 01 Juli 2009

Dari kiri ke kanan adalah :

  1. Wijaya Tennessey Iskandar, S.Hut. (Ketua BEC Tarakan).
  2. Bambang Pranghutomo, S.H. (Sekjen BEC).
  3. Bapak Drs. H. Awang Faroek Ishak, MM, MSI. (Gubernur Provinsi Kalimantan Timur)
  4. Bapak Prof. Dr. Ristono, MS. (Ketua Umum BEC)
  5. Arief Adiksana, S.ST. (Devisi IPTEK).
  6. Dinka Nehemia Utomo (Devisi SDM).


DUKUNGAN PEMERINTAH PUSAT KEPALA DINAS PETERNAKAN PROVINSI UNTUK PROGRAM BEC BERBASIS SINGKONG GAJAH

Pertemuan Konsultatif Ketua BEC Tarakan (Borneo Environmental Community) dengan Yth. Bapak Kadis Peternakan Provinsi Samarinda,

dengan Pembahasan Pokok Potensi dan Peranan Singkong Gajah Sehubungan dengan Program Pemerintah tentang Ketahanan Pangan dan Energi yang Berkonsepkan Pelestarian Lingkungan.



HARAPAN MASYARAKAT UNTUK KEHIDUPAN

Disini terlihat bahwa rakyat butuh hal yang berkelanjutan untuk dapat mempertahankan kehidupannya, atas dasar hal tersebut BEC hadir dengan penemuan Singkong Gajah Yang diharapkan Kedepan Singkong Gajah yang memiliki produktivitas Tinggi dapat menjadi Bahan Baku untuk mendukung program Pemerintah Ketahanan Pangan dan Energi Alternatif, yang nantinya proses program tersebut akan dapat menyerap Tenaga Kerja yang banyak dan mengurangi pengganguran walaupun tidak skala besar dan Perlahan akan dapat memberikan solusi untuk Permasalahan :

Adanya Ketergantungan Masyarakat pada Pangan dan Energi karena keterbatasan penyediaan Pangan, Pakan ternak, Pakan ikan, Pupuk, dan Bahan Bakar Minyak (BBM). dan Akhirnya :

Program Tersebut dapat Menuju kepada keteladanan bagaimana seharusnya masyarakat membangun dirinya dengan pola pemberdayaan masyarakat.




BENTUK KERJA SAMA DALAM PENGEMBANGAN SINGKONG GAJAH DAN PENGOLAHAN LANJUTANNYA

Dengan adanya Bentuk kerja sama yang termenejemen dan terkoordinir untuk pengembangan dan pengolahan lanjutan dari Singkong Gajah secara baik, maka akan dapat memberikan dampak positif kerah pemberdayaan dan peningkatan Ekonomi, baik kerakyatan, pendapatan Daerah, Swasta dan lembaga yang terkait lainnya,...untuk Itu Peran Serta dan Kerja sama Yang baik Sangat Kami Harapkan.....


DUKUNGAN YANG DIHARAPKAN UNTUK PENGEMBANGAN SINGKONG GAJAH KEARAH YANG LEBIH BAIK

Dengan Adanya Dukungan dari semua instansi yang terkait untuk bersama BEC melakukan program Kerja yang berorientasi pada Program Pangan, Pakan, Pupuk, dan Energi Alternatif..maka Percepatan-percepatan Untuk Mewujudkan Program Pemerintah Yang mengarah Kepada Program Ketahanan Pangan & Energi Alternatif akan lebih cepat terlaksana dengan Maksimal Dan BAIK.....
SAYA WIJAYA DARI TIM BEC MENGAJAK UNTUK DAPAT BEKERJA SAMA SECARA SINERGIS MEWUJUDKAN PROGRAM INI SEMUA UNTUK MASA DEPAN BANGSA INDONESIA>>>>>TRIMS

Model Fungsional Untuk Pengembangan Singkong Gajah

Input untuk menghasilkan produktivitas Singkong Gajah (P) berupa :

1. SDA ( Sumber daya alam)

2. SDM ( Sumber Daya Manusia)

3. IPTEK ( ILmu Pengetahuan dan Teknologi)

4. IMTAQ ( Iman dan Taqwa)

5. BANK (Uang) dengan :

model fungsi {f}, P= f(SDA, SDM, IPTEK, IMTAQ)

Apabila kelima unsur tersebut dikelola dengan baik maka potensi Singkong Gajah akan mampu memberikan solusi yang positif terhadap Kemiskinan, Pengangguran, Tindakan Anarkis, Moral Spiritual, Ketahanan Pangan dan Energi.